INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya 
  •  Bimtek Tenaga Admin dan Operator Website 
  •  Bidang Penyehatan Lingkungan 
  •  Bidang Bangunan Gedung dan Penataan Ruang  

WORKSHOP PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG,KSK AGROPOLITAN KAPUAS HULU

Jumat, 30 November 2018

 

 Workshop // Peserta Workshop penyusunan rencana tata ruang Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Agropolitan Kapuas Hulu saat mendengarkan Bupati Kapuas Hulu AM. Nasir, SH menyampaikan sambutan di Aula Kantor Bupati setempat, Selasa (16/5).

KAPUAS HULU. Bupati Kapuas Hulu AM. Nasir, SH membuka workshop penyusunan rencana tata ruang Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Agropolitan Kapuas Hulu di Aula Kantor Bupati setempat, Selasa (16/5) pagi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Teknis KSK Agropolitan Kapuas Hulu itu melibatkan jajaran SKPD dilingkungan Pemda Kapuas Hulu, pelaku usaha, pemerintah kecamatan, NGO. Hadir pula tim ahli dari Institute Teknologi Bandung (ITB) sebagi narasumber kegiatan, Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero, SH.
Bupati AM Nasir mengungkapkan, dokumen rencana tata ruang KSK Agropolitan Kapuas Hulu yang akan disusun diharapkan menjadi pedoman dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pembangunan. “Dalam mendukung kepentingan ekonomi wilayah KSK,” kata bupati.
Selain itu, diharapkan pula dapat menjadi solusi alternatif dalam pengembangan wilayah dengan mengintegrasikan pembangunan perdesaan serta interaksi antara pusat kawasan agropolitan dengan pusat – pusat produksi. “Berkenaan dengan hal tersebut, kami berharap adanya keseriusan sehingga menghasilkan dokumen rencana tata ruang KSK berkualitas,” harap Bupati AM. Nasir.
Lanjutnya, pada tahap implementasi dalam bentuk program dan kegiatan pembangunan diharapkan akan berdaya guna untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu. Bupati juga menyambut baik upaya penyusunan dokumen rencana tata ruang KSK tersebut, sebagai kabupaten konservasi kata Nasir, Kapuas Hulu mempunyai fungsi kawasan hutan sebesar 75,6 persen dari luas wilayah kabupaten. Hal ini juga sudah termaktub dalam Perda No. 20 Tahun 2015 tentang penetapan Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi. “Hal ini sudah jelas menyatakan bahwa Kapuas Hulu mempunyai peran cukup besar dalam mendukung aspek lingkungan, baik ditingkat nasional maupun internasional,” kata dia.
Untuk itu kata Nasir, Kapuas Hulu seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan dunia internasional dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan . Bisa berwujud bantuan pendanaan khusus. “Salah satunya kita bisa berkolaborasi program antara pemerintah pusat dan kabupaten dalam mengimplementasi KSK Agropolitan,” pungkasnya.
Ditambahkan ketua Tim Teknis KSK Agropolitan Kapuas Hulu Budi Prasetiyo mengungkapkan, pertemuan itu bertujuan untuk mendiskusikan kondisi wilayah dalam rencana pengembangan KSK Agropolitan. “Kita juga membahas konsep green economy dalam pengembangan KSK Agropolitan bersama tim ahli serta menyerap masukan para pemangku kepentingan,” terang Budi.
Budi berharap melalui kegiatan tersebut, tercipta pemahaman bersama mengenai pengerjaan rencana pengembangan KSK Agropolitan. “Hal yang paling kita harapkan adalah terkumpulnya informasi awal yang dibutuhkan dalam rencana pengembangan KSK Agropolitan di Kapuas Hulu,” harapnya.
Sementara itu, Ladscape Leader WWF – Indonesia Program Kalbar Anas Nasrullah mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Kapuas Hulu tahun 2016 lalu telah menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan KSK Agropolitan di tujuh kecamatan. “Seperti kecamatan Pengkadan, Hulu Gurung, Sejiram, Semitau, Silat Hilir, Silat Hulu dan Empanang,” papar Anas.
Menurut Anas, kerjasama itu meliputi perencanaan, implementasi program, serta membangun sistem monitoring dan evaluasi pembangunan KSK Agropolitan. Hal itu kata Anas merupakan perwujudan rencana tata ruang dan pembangunan berkelanjutan. “Dalam penyusunan rencana pengembangan KSK Agropolitan ini, WWF – Indonesia dan Pemkab Kapuas Hulu menggandeng pihak ITB.
Dalam kesempatan tersebut, Pakar Perencanaan Wilayah dan Perdesaan PT. LAPI ITB Dr. Delik Hudalah menjelaskan, pihaknya yang terdiri dari 11 orang akan melakukan pre – eliminary survey di kawasan KSK Agropolitan. “Semoga kami dapat berkontribusi signifikan dalam manifestasi sistem agribisnis antara perdesaan dan perkotaan,” katanya.
Delik berharap melalui upaya ini akan tercipta akselerasi pembangunan ekonomi wilayah dengan mengaplikasikan prinsip – prinsip berkelanjutan di Kapuas Hulu. “Kita akan coba kumpulkan informasi dari para pihak melalui workshop dan pre – eliminary survey,” jelasnya.(HumproKH)


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

April 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30